Rabu, 27 Juli 2016

SISTEM MUSKULOSKELETAL TUGAS FISIOLOGI KERJA Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN-ORGAN DALAM SISTEM MUSCULOSKELETAL
Muskuloskeletal terdiri atas :
Ÿ   Muskuler/Otot             : Otot, tendon,dan ligamen
Ÿ   Skeletal/Rangka          : Tulang dan sendi

1. Muskuler/Otot
    1.1 Otot
         Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk berkontraksi. Terdapat lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan kulit.
Fungsi sistem muskuler/otot:
Ÿ  Pergerakan. Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian organ internal tubuh.
Ÿ  Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap gaya gravitasi.
Ÿ  Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mepertahankan suhu tubuh normal.
Ciri-ciri sistem muskuler/otot:
Ÿ  Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan menegang, yang dapat atau tidak melibatkan pemendekan otot.
Ÿ  Eksitabilitas. Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.
Ÿ  Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang otot saat rileks.
Ÿ  Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau meregang.



Jenis-jenis otot
a)     Otot rangka, merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka.
Ÿ  Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris dengan lebar berkisar antara 10 mikron sampai 100 mikron.
Ÿ  Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.
Ÿ  Kontraksinya sangat cepat dan kuat.
Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka
      Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari serabut-serabut berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot.
      Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai banyak nukleus ditepinya.
      Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan bermacam-macam organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang disebut dengan myofibril.
      Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda ukurannya :
-       yang kasar terdiri dari protein myosin
-       yang  halus terdiri dari protein aktin/actin.
b)     Otot Polos merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat ditemukan pada dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
Ÿ  Serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral.
Ÿ  Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron (melapisi pembuluh darah) sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil.
Ÿ  Kontraksinya kuat dan lamban.
Struktur Mikroskopis Otot Polos
      Sarcoplasmanya terdiri dari myofibril yang disusun oleh myofilamen-myofilamen.


Jenis otot polos
Ada dua kategori otot polos berdasarkan cara serabut otot distimulasi untuk berkontraksi.
Ÿ  Otot polos unit ganda ditemukan pada dinding pembuluh darah besar, pada jalan udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa dan menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektor pili rambut.
Ÿ  Otot polos unit tunggal (viseral) ditemukan tersusun dalam lapisan dinding organ berongga atau visera. Semua serabut dalam lapisan mampu berkontraksi sebagai satu unit tunggal. Otot ini dapat bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan stimulasi saraf eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan.
c)      Otot Jantung
Ÿ  Merupakan otot lurik
Ÿ  Disebut juga otot seran lintang involunter
       Otot ini hanya terdapat pada jantung
       Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut.
Struktur Mikroskopis Otot Jantung
       Mirip dengan otot skelet


Gambar .1
        Otot Rangka                       Otot Polos                     Otot Jantung



Kerja Otot
-   Fleksor (bengkok) >< Ekstentor (meluruskan)
-   Supinasi(menengadah) >< Pronasi (tertelungkup)
-   Defresor(menurunkan) >< Lepator (menaikkan)
-   Sinergis (searah) >< Antagonis (berlawanan)
-   Dilatator(melebarkan) >< Konstriktor (menyempitkan)
-   Adduktor(dekat) >< Abduktor (jauh)
1.2 Tendon
Tendon adalah tali atau urat daging yang kuat yang bersifat fleksibel, yang terbuat dari fibrous protein (kolagen). Tendon berfungsi melekatkan tulang dengan otot atau otot dengan otot.

Gambar.2
Tendon
                      

1.3 Ligamen
Ligamen adalah pembalut/selubung yang sangat kuat, yang merupakan jaringan elastis penghubung yang terdiri atas kolagen. Ligamen membungkus tulang dengan tulang yang diikat oleh sendi.
Beberapa tipe ligamen :
-    Ligamen Tipis
      Ligamen pembungkus tulang dan kartilago. Merupakan ligament kolateral yang ada di siku dan lutut. Ligamen ini memungkinkan terjadinya pergerakan.


-    Ligamen jaringan elastik kuning.
Merupakan ligamen yang dipererat oleh jaringan yang membungkus dan memperkuat sendi, seperti pada tulang bahu dengan tulang lengan atas.

Gambar.3
Ligamen
                     

2. Skeletal
    2.1 Tulang/ Rangka
        Skeletal disebut juga sistem rangka, yang tersusun atas tulang-tulang. Tubuh kita memiliki 206 tulang yang membentuk rangka. Bagian terpenting adalah tulang belakang.
Fungsi Sistem Skeletal :
1.        Memproteksi organ-organ internal dari trauma mekanis.
2.        Membentuk kerangka yang yang berfungsi untuk menyangga tubuh dan otot-otot yang.
3.        Melekat pada tulang
4.        Berisi dan melindungi sum-sum tulang merah yang merupakan salah satu jaringan pembentuk darah.
5.        Merupakan tempat penyimpanan bagimineral seperti calcium daridalam darah misalnya.
6.        Hemopoesis



Struktur Tulang
-     Tulang terdiri dari sel hidup yang tersebar diantara material tidak hidup (matriks).
-     Matriks tersusun atas osteoblas (sel pembentuk tulang).
-     Osteoblas membuat dan mensekresi protein kolagen dan garam mineral.
-     Jika pembentukan tulang baru dibutuhkan, osteoblas baru akan dibentuk.
-     Jika tulang telah dibentuk, osteoblas akan berubah menjadi osteosit (sel tulang dewasa).
-     Sel tulang yang telah mati akan dirusak oleh osteoklas (sel perusakan tulang).
Jaringan tulang terdiri atas :
a.        Kompak (sistem harvesian à matrik dan lacuna, lamella intersisialis)
b.       Spongiosa (trabecula yang mengandung sumsum tulang dan pembuluh darah)
Klasifikasi Tulang berdasarkan penyusunnya
1.   Tulang Kompak
a.   Padat, halus dan homogen
b.   Pada bagian tengah terdapat medullary cavity yang mengandung ’yellow bone marrow”.
c.   Tersusun atas unit : Osteon à Haversian System
d.   Pada pusat osteon mengandung saluran (Haversian Kanal) tempat  pembuluh darah dan saraf yang dikelilingi oleh lapisan konsentrik (lamellae).
e.   Tulang kompak dan spongiosa dikelilingi oleh membran tipis yang disebut periosteur, membran ini mengandung:
§  Bagian luar percabangan pembuluh darah yang masuk ke dalam tulang
§  Osteoblas
2.   Tulang Spongiosa
a.   Tersusun atas ”honeycomb” network yang disebut trabekula.
b.   Struktur tersebut menyebabkan tulang dapat menahan tekanan.
c.   Rongga antara trebakula terisi ”red bone marrow” yang mengandung pembuluh darah yang memberi nutrisi pada tulang.
d.   Contoh, tulang pelvis, rusuk,tulang belakang, tengkorak dan pada ujung tulang lengan dan paha.
Klasifikasi Tulang berdasarkan Bentuknya
1.      Tulang panjang, contoh: humerus, femur, radius, ulna
2.      Tulang pendek, contoh: tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki
3.      Tulang pipih, contoh: tulang tengkorak kepala, tulang rusuk dan sternum
4.      Tulang tidak beraturan: contoh: vertebra, tulang muka, pelvis
Pembagian Sistem Skeletal
1.    Axial / rangka aksial, terdiri dari :
Ÿ  tengkorak kepala / cranium dan tulang-tulang muka
Ÿ  columna vertebralis / batang tulang belakang
Ÿ  costae / tulang-tulang rusuk
Ÿ  sternum / tulang dada
2.    Appendicular / rangka tambahan, terdiri dari :
Ÿ  tulang extremitas superior
a.       korset pectoralis, terdiri dari scapula (tulang berbentuk segitiga) dan clavicula (tulang berbentuk lengkung).
b.      lengan atas, mulai dari bahu sampai ke siku.
c.       lengan bawah, mulai dari siku sampai pergelangan tangan.
d.      tangan
Ÿ  tulang extremitas inferior: korset pelvis, paha, tungkai bawah, kaki.
    2.2 Sendi
Persendian adalah hubungan antar dua tulang sedemikian rupa, sehingga dimaksudkan untuk memudahkan terjadinya gerakan.
1.      Synarthrosis (suture)
Hubungan antara dua tulang yang tidak dapat digerakkan, strukturnya terdiri atas fibrosa. Contoh: Hubungan antara tulang di tengkorak.
2.      Amphiarthrosis
Hubungan antara dua tulang yang sedikit dapat digerakkan, strukturnya adalah kartilago. Contoh: Tulang belakang


3.      Diarthrosis
Hubungan antara dua tulang yang memungkinkan pergerakan, yang terdiri dari struktur sinovial. Contoh: sendi peluru (tangan dengan bahu), sendi engsel (siku), sendi putar (kepala dan leher), dan sendi pelana (jempol/ibu jari).
Gambar. 4

B. LOW BACK REGION
1. Struktur
Ruas tulang punggung dikelompokkan menjadi:
1.    Cervical/leher 7 ruas
2.    Thoracalis/punggung 12 ruas
3.    Lumbalis/pinggang 5 ruas
4.    Sakralis/kelangkang 5 ruas
5.    Koksigeus/ekor 4 ruas
2. Fungsi
Low back region berfungsi untuk menegakkan/menopang postur struktur tulang belakang manusia. Postur tegak juga meningkatkan gaya mekanik struktur tulang belakang lumbrosakral.
Gambar 5. Tulang belakang dan lekukuannya

Antar tulang belakang diikat oleh intervertebal, serta oleh ligamen dan otot. Ikatan antar tulang yang lunak membuat tulang punggung menjadi fleksibel. Sebuah unit fungsi dari dua bentuk tulang yang berdekatan diperlihatkan dari gambar di bawah ini.
Gambar 6. Fungsi dasar tulang punggung
3. Komponen punggung
Ÿ  Otot punggung
Ditunjang oleh punggung, perut, pinggang dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Semua otot ini berfungsi untuk menahan agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal.
Ÿ  Diskus
Merupakan bantalan tulan rawan yang berfungsi sebagai penahan goncangan. Terdapat diantara vertebrae sehingga memungkinkan sendi-sendi untuk bergerak secara halus. Tiap diskus mengandung cairan yang mengalir ke dalam dan keluar diskus. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas. Diskus bersifat elastis, mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan diantara kedua vertebra.
a.      Otot-otot punggung
Ÿ  Spina erektor terdiri dari massa serat otot, berasal dari belakang sakrum dan bagian perbatasan dari tulang inominate dan melekat ke belakang kolumna vertebra atas, dengan serat yang selanjutnya timbul dari vertebra dan sampai ke tulang oksipital dari tengkorak. Otot tersebut mempertahankan posisi tegak tubuh dan memudahkan tubuh untuk mencapai posisinya kembali ketika dalam keadaan fleksi.
Ÿ  Lastimus dorsi adalah otot datar yang meluas pada belakang punggung. Aksi utama dari otot tersebut adalah menarik lengan ke bawah terhadap posisi bertahan, gerakan rotasi lengan ke arah dalam, dan menarik tubuh menjauhi lengan pada saat mendaki. Pada pernapasan yang kuat menekan bagian posterior dari abdomen.
b.      Otot-otot tungkai
Gluteus maksimus, gluteus medius, dan gluteus minimus adalah otot-otot dari bokong. Otot-otot tersebut semua timbul dari permukaan sebelah luar ilium, sebagian gluteus maksimus timbul dari sebelah belakang sacrum. Aksi utama otot-otot tersebut adalah mempertahankan posisi gerak tubuh, memperpanjang persendian panggul pada saat berlari, mendaki, dan saat menaiki tangga, dalam mengangkat tubuh dari posisi duduk atau membungkuk, gerakan abduksi dan rotasi lateral dari paha.





C. INTERVERTEBRAL DISC
Pada makhluk hidup vertebrata (memiliki ruas tulang belakang) terdapat sebuah struktur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra (vertebral body). Pada setiap dua ruas vertebra terdapat sebuah bantalan tulang rawan berbentuk cakram yang disebut dengan Intervertebral Disc. Pada tubuh manusia terdapat 24 buah Intervertebral disc. Tulang rawan ini berfungsi sebagai penyangga agar vertebra tetap berada pada posisinya dan juga memberi fleksibilitas pada ruas tulang belakang ketika terjadi pergerakan atau perubahan posisi pada tubuh.
Gambar 7

Text Box: Gambar bagian-bagian Intervertebral disc intervertebral disc, annulus, nucleuslaterial cutaway of spine labeled
Susunan tulang rawan ini terbagi menjadi 3 bagian:
Ÿ  Nucleus pulposus, memiliki kandungan yang terdiri dari 14% Proteoglycan, 77% Air, dan 4% Collagen.
Ÿ  Annulus fibrosus, mengandung 5% Proteoglycan, 70% Air, dan 15% Collagen.
Ÿ   Cartilage endplate, terdiri dari 8% Proteoglycan, 55% Air, dan 25% Collagen.








D. NECK
Gambar 8 Tulang Leher
Tulang leher terdiri dari tujuh ruas, mempunyai badan ruas kecil dan lubang ruasnya besar. Pada taju sayapnya terdapat lubang tempat lajunya saraf yang disebut foramen tranvertalis. Ruas pertama vertebra serfikalis disebut atlas yang memungkinkan kepala mengangguk. Ruas kedua disebut prosesus odontois (aksis) yang memungkinkan kepala berputar ke kiri dan ke kanan. Ruas ketujuh mempunyai taju yang disebut prosesus prominan. Taju ruasnya agak panjang.
Tulang-tulang yang terdapat pada leher:
a.       Os. Hyoideum adalah sebuah tulang uang berbentuk U dan terletak di atas cartylago thyroidea setinggi vertebra cervicalis III.
b.      Cartygo thyroidea
c.       Prominentia laryngea, dibentuk oleh lembaran-lembaran cartylago thyroidea yang bertemu di bidang median. Prominentia laryngea dapat diraba dan seringkali terlihat.
d.      Cornu superius, merupakan tulang rawan yang dapat diraba bilamana tanduk disis yang lain difiksasi.
e.       Cartilagocricoidea, sebuah tulang rawan larynx yang lain, dapat diraba di bawah prominentia laryngea
f.       Cartilagines tracheales, teraba dibagian inferior leher.
g.      Cincin-cincin tulang rawan kedua sampai keempat tidak teraba karena tertutup oleh isthmus yang menghubungkan lobus dexter dan lobus sinister glandulae thyroideae.
h.      Cartilage trachealis I, terletak tepat superior terhadap isthmus.

Otot Leher
Gambar 9
Otot bagian leher dibagi menjadi tiga bagian:
a.       Muskulus platisma yang terdapat di bawah kulit dan wajah. Otot ini menuju ke tulang selangka dan iga kedua. Fungsinya menarik sudut-sudut mulut ke bawah dan melebarkan mulut seperti sewaktu mengekspresikan perasaan sedih dan takut, juga untuk menarik kulit leher ke atas.
b.      Muskulus sternokleidomastoideus terdapat pada permukaan lateral proc.mastoidebus ossis temporalis dan setengah lateral linea nuchalis superior. Fungsinya memiringkan kepala ke satu sisi, misalnya ke lateral (samping), fleksi dan rotasi leher, sehingga wajah menghadap ke atas pada sisi yang lain; kontraksi kedua sisi menyebabkan fleksi leher. Otot ini bekerja saat kepala akan ditarik ke samping. Akan tetapi, jika otot muskulus platisma dan sternokleidomastoideus sama-sama bekerja maka reaksinya adalah wajah akan menengadah.
c.       Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis. Fungsinya adalah laterofleksi dan eksorositas kepala dan leher ke sisi yang sama.

Ketiga otot tersebut terdapat di belakang leher yang terbentang dari belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid. Fungsinya untuk menarik kepala belakang dan menggelengkan kepala.



E. ELBOW
Gambar 10
                

Siku adalah suatu titik yang sangat komplek di mana terdapat tiga tulang yaitu humerus, radius dan ulna. Ketiga tulang tersebut bekerja secara bersama-sama dalam suatu gerakan flexi, extensi dan rotasi.

F. SHOULDER (BAHU)
1.      Tulang Bahu
                                 Gambar 11
 
Tulang-tulang pada bahu terdiri dari:
Ÿ  Clavicula (tulang selangka), merupakan tulang berbentuk lengkung yang menghubungkan lengan atas dengan batang tubuh. Ujung medial (ke arah tengah) clavicula berartikulasi dengan tulang dada yang dihubungkan oleh sendi sternoclavicular, sedangkan ujung lateral-nya (ke arah samping) berartikulasi dengan scapula yang dihubungkan oleh sendi acromioclavicular. Sendi sternoclavicular merupakan satu-satunya penghubung antara tulang extremitas bagian atas dengan tubuh.
Ÿ  Scapula (tulang belikat), merupakan tulang yang berbentuk segitiga. Tulang ini berartikulasi dengan clavicula dan tulang lengan atas. Ke arah lateral scapula melanjutkan diri sebagai acromioclavicular yang menghubungkan scapula dengan clavicula.
Ÿ  Sendi glenohumeral, merupakan penghubung antara tulang lengan atas dengan scapula.
2.      Otot Bahu
Gambar 12
Otot bahu hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang pangkal lengan dan scapula.
Ÿ  Muskulus deltoid (otot segi tiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan berpangkal di bagian lateral clavicula (ujung bahu), scapula, dan tulang pangkal lengan. Fungsi dari otot ini adalah mengangkat lengan sampai mendatar.
Ÿ  Muskulus subkapularis (otot depan scapula). Otot ini dimulai dari bagian depan scapula, menuju tulang pangkal lengan. Fungsi dari otot ini adalah menengahkan dan memutar humerus (tulang lengan atas) ke dalam.
Ÿ  Muskulus supraspinatus (otot atas scapula). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah atas menuju ke tulang pangkal lengan. Fungsi otot ini adalah untuk mengangkat lengan.
Ÿ  Muskulus infraspinatus (otot bawah  scapula). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah bawah scapula dan menuju ke tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan keluar.
Ÿ  Muskulus teres mayor (otot lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku bawah scapula dan menuju tulang pangkal lengan. Fungsinya bisa memutar lengan ke dalam.
Ÿ  Muskulus teres minor (otot lengan bulat kecil). Otot ini berpangkal di siku sebelah luar scapula dan menuju tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.

G. MUSKULOSKELETAL DISORDERS
Musculoskeletal disorders adalah kondisi dimana bagian dari sistem otot dan tulang mengalami masalah (sakit). Penyakit ini terjadi akibat bagian tubuh meregang terlalu jauh, mengalami tubrukan secara langsung, ataupun karena kegiatan lainnya yang mengakibatkan kesalahan pada sistem otot dan tulang.
Penyakit otot dan tulang atau lebih dikenal dengan musculoskeletal disorders/MSDs merupakan penyakit akibat kerja. Gejalanya berupa pegal atau sakit otot, tulang, dan sendi. Sebagian kecil hal ini disebabkan oleh penyakit spesifik, namun sebagian besar sering disebabkan oleh kesalahan sikap (posture): sikap kerja, sikap duduk, sikap tidur, dan masalah lainnya.



Musculoskeletal disorders dapat terjadi pada low back region, intervertebral discs, neck, elbow, maupun shoulder.
1.      Low-back region
Penyakit yang sering terjadi pada low-back region yaitu low-back pain. Gejala low-back pain berupa sakit pinggang atau nyeri punggung.
Faktor risiko di tempat kerja:
Ÿ  Beban kerja fisik yang berat, seperti terlalu sering mengangkat atau mengangkut, menarik, dan mendorong benda berat.
Ÿ  Posisi tubuh yang terlalu lama membungkuk ataupun posisi tubuh lainnya yang tidak wajar,
Ÿ  Terlalu lama mengendarai kendaraan bermotor.
Ÿ  Faktor psikososial di tempat kerja, seperti pekerjaan yang monoton, bekerja di bawah tekanan, atau kurangnya dukungan sosial antar pekerja dan atasan.
2.      Intervertebral Discs
Penyakit yang sering terjadi diantaranya:
Ÿ  Skoliosis: adalah keadaan melengkungnya tulang belakang seperti huruf ’S’, dimana intervertebral discs dan tulang vertebra retak.
Ÿ  Spondylolisthesis: terjadinya pergeseran tulang vertebra ke depan sehingga posisi antara vertebra yang satu dengan yang lain tidak sejajar. Diakibatkan oleh patah pada penghubung tulang di bagian belakang vertebra.
Ÿ  Ruptur: karena pecahnya anulus posterior akibat aktifitas fisik yang berlebihan.
Ÿ  Spinal stenosis: adalah penyempitan pada sumsum tulang belakang yang menyebabkan tekanan pada serabut saraf spinal.
Faktor risiko:
Ÿ  Beban/tekanan: posisi saat duduk dapat menekan tulang belakang 5 kali lebih besar daripada saat berbaring.
Ÿ  Merokok
Ÿ  Terpapar dengan vibrasi/getaran pada level tinggi, yaitu 5 – 10 Hz (biasanya dihasilkan dari kendaraan).


3.      Neck
Penyakit yang sering muncul diantaranya:
Ÿ  Tension neck: terjadi karena pemusatan tekanan leher pada otot trapezeus
Ÿ  Acute torticollis: adalah salah satu bentuk dari nyeri akut dan kaku leher
Ÿ  Acute disorder: terjadi karena hilangnya resistensi vertebra torakalis terhadap tekanan ringan
Ÿ  Choronic disorder: karena adanya penyempitan diskus vertebralis
Ÿ  Traumatic disorder: dapat disebabkan karena kecelakaan
Faktor risiko di tempat kerja:
Ÿ  Sering terjadi pada pekerja VDU (Visual Display Unit), penjahit, tukang perbaikan alat elektronik, dokter gigi, pekerja di pertambangan batu bara
Ÿ  Pekerjaan entri data, mengetik, menggergaji (manufaktur), pemasangan lampu, rolling film
     Pekerjaan-pekerjaan di atas menyebabkan leher berada pada satu posisi yang sama dalam waktu yang lam sehingga otot leher megalami kelelahan.
Ÿ  Pekerjaan dengan gerakan berulang pada tangan.
Ÿ  Terpajan oleh vibrasi: penggunaan mesin bor atau mesin lainnya yang mengeluarkan vibrasi.
Ÿ  Pengorganisasian kerja: durasi pekrjaan yang lama (over time), waktu istirahat (jeda) yang singkat.
Ÿ  Faktor psikologi dan sosial: stres, kurangnya kontrol terhadap organisasi kerja, kurangnya relasi antara managemen dan sesama pekerja, pekerjaan yang menuntut keakuratan dan kecepatan kerja.
4.      Elbow
Penyakit yang sering terjadi:
Ÿ  Epicondylitis: adalah kondisi yang sangat menyakitkan dimana otot yang menggerakkan tangan dan jari bertemu dengan tulang.
Ÿ  Olecranon Bursitis: merupakan perdangan yang terjadi di olecranon bursa (kantong cairan dibagian dorsal siku), karena trauma berulang kali dan infeksi.
Ÿ  Osteoarthrosis: kerusakan kartilago di siku, jarang terjadi pada orang usia 60 tahun kebawah.
Faktor risiko:
Ÿ  Pekerjaan yang menggunakan pergelangan tangan dan jari secara berulang dan penuh tenaga (hand-intensive tasks).
Ÿ  Penggunaan peralatan tangan atau pekerjaan manual yang berat secara intensif, misalnya di pertambangan dan konstruksi
Ÿ  Vibrasi
Ÿ  Trauma
5.      Shoulder
Penyakit yang sering terjadi di tempat kerja:
Ÿ  Rotator cuff disorder and biceps tendinitis: dimana terjadi peradangan pada tendon dan membran sinovial
Ÿ  Shoulder joint and acromioclavicular joint osteoarthritis: adalah penurunan komponen kartilago dan tulang pada penghubung dan intevertebral discs.
Faktor risiko:
Ÿ  Pekerjaan yang sering mengangkat/menaikkan tangan dengan durasi yang panjang, misalnya pada industri otomotif.
Ÿ  Menggerakkan pergelangan tangan dan jari secara berulang dan sepenuh tenaga, misalnya pada penjahit.
Ÿ  Mengangkat benda berat dan menggunakan peralatan yang berat disertai vibrasi pada lengan, misalnya pada pekerja kontruksi.
Ÿ  Melakukan gerakan flexi dan abduksi secara berulang, misalnya pada pelukis, tukang kayu, dan atlet.

Penyakit Lain yang Berhubungan dengan Musculoskeletal:
1.    Primary Fibomyalgia: penyebab penyakit ini tidak diketahui. Ditandai dengan rasa lelah yang menyerang pada pagi hari, dengan gejala: lemas, kaku, dan bengkak pada jari.
2.    Rheumatoid Athritis: Penyakit rematik yang juga bisa menyerang tulang dan persendian. Kebanyakan terjadi pada wanita umur 30-50 tahun. Penyebabnya tidak diketahui. Dengan gejala: bengkak pada sendi-sendi jari, kelemahan pada kaki, dan demam rendah.
3.    Gout atau asam urat: terjadi karena adanya gangguan metabolisme sehingga menyebabkan peradangan pada sendi, terutama terjadi pada laki-laki.
4.    Osteoporosis: penyakit kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang, kerusakan tubuh atau arsitektur tulang sehingga tulang mudah patah.. Terjadi karena kurangnya intake kalsium, kebiasaan merokok, konsumsi kopi, dan barat badan dibawah rata-rata.
5.    Kanker tulang: sering menyerang anak kecil dan remaja, penyebabnya tidak diketahui.
6.    Osteomyelitis: infeksi tulang karena bakteri, jamur atau virus. Risiko meningkat pada penderita diabetes.
  
Strategi pencegahan
Ÿ  Membuat daftar faktor-faktor risiko di tempat kerja yang mungkin dapat menyebabkan penyakit pada muskuloskeletal, sehingga dapat dilakukan eliminasi atau minimalisasi terhadap faktor ”exposure”.
Ÿ  Setiap pekerjaan harus diselidiki fakor risikonya apabila terdapat pekerja yang rentan atau mengalami masalah pada anggota tubuhnya.
Ÿ  Setiap pekerjaan juga harus diselidiki apabila terdapat perubahan pada standar kerja, prosedur, atau peralatan sehingga faktor risiko dapat diminimalisasi.
Ÿ  Design kerja yang baik (layout tempat kerja, frekuensi dan durasi kerja).
Misalnya pada pekerja VDU (Visual Display Unit), harus lebih diperhatikan pencahayaan dan kontrasnya, jarak antara mata dengan monitor sekitar 45 – 50 cm, dan sudut pandang sekitar 10° - 20°.
Ÿ  Melakukan intervensi dini dan menjalankan ”safety rules”.
Ÿ  Memberikan edukasi dan pelatihan-pelatihan kepada pekerja agar mereka dapat bekerja secara tepat dan aman.
Ÿ  Memberikan variasi pekerjaan agar tidak monoton.
Ÿ  Mengurangi intensitas kerja.
Ÿ  Organisasi kerja yang baik, misalnya jeda atau istitahat yang sering untuk menghindari kelelahan. Contohnya pada pekerja VDU, istirahat selama 10 menit setiap jam, dan membatasi kerja maksimal 4 jam per hari.
Ÿ  Posisi kerja yang ergonomis.
DAFTAR PUSTAKA


C.Pearce, Evelyn. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992.
Gibson, John. Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2003.
(10 Februari 2008)
l'Ergomotricité - Le corps, le travail et la santé - Michel Gendrier - Collection Grenoble Sciences
”Muskuloskeletal System”. 2006. http://www.ilo/encyclopaedia/?print&nd=857400009&nh=0
Sloane, Ethel. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2003.


MAKALAH LINGKUNGAN PENDIDIKAN (JENIS DAN KEDUDUKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN) PROGRAM STUDI MENEJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN TAHUN AKADEMIK 2015/2016

MAKALAH LINGKUNGAN PENDIDIKAN (JENIS DAN KEDUDUKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN)

PROGRAM STUDI MENEJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN

TAHUN AKADEMIK

2015/2016

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam sebuah lingkunga pendidikan diketahui bahwa ada beberapa pengaruh yang mempengaruhi eksistensi manusia  terhadap perkembangan manusia itu sendiri dan sangatlah penting untuk di ketahui bahwa pengaruh lingkungan sangat menetukan sifat maupaun sikap manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya, agar tercipta sebuah lingkungan yang baik dan kondusif sehingga manusia bisa dengan nyaman melaksanakan proses pembelajaran.
Anak didik akan tumbuh dan bekembang baik dari fisik maupun psikisnya bersama lingkungan yang mempengaruhinya sejak ia baru dilahirkan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan?
2.      Apa saja jenis-jenis dalam lingkungan pendidikan?
3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhinya?
4.      Apa fungsi lingkungan pendidikan dalam sebuah lingkungan pendidikan?
5.      Bagaimana pembinaan dalam lingkungan pendidikan?
C.     Tujuan
1.         Untuk mengetahui maksud dan definisi dari lingkungan pendidikan.
2.         Untuk mengetahui jenis-jenis lingkungan pendidikan.
3.         Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.
4.         Untuk mengethui fungsi lingkungan pendidikan dalam sebuah lingkungan pendidikan.
5.         Untuk mengetahui pembinaan dalam lingkungan pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat asistensi manusia. Dalam ajaran pendidikan, lingkungan yang baik adalah lingkungan yang kondusif dn strategis untuk melaksanakan pembelajaran. Misalnya lingkungan sekolah, madrasah, masjid, majlis ta’lim dan lingkungan masyarakat yang agamis dan pancasilais.[1]
Lingkunan adalah segala sesuatu yang mengelilingi individu didalam hidupnya, baik dalam bentuk lingkungan fisik maupun lingkungan psikis, misalnya perasaan-perasaan yang dialami, cita-cita dan sebagainya. Adapula yang mengatakan bahwa lingkungan adalah segala pengruh, langsung dan tidak langsung, yang bekerja pada manusia dari luar serta meliputi isisnya yang dihayati dan yang tak kentara dari ruang iklim dan lain-lain.
Jadi pada dasarnya lingkungan itu adalah segala sesuatu yang mengelilingi individu (pisik maupun psikis) dan memberikan pengaruh terhadap perjalanan hidup seseorang.[2]
Lingkungan pendidikan terdiri atas tiga macam, yaitu:
1.      Lingkunga keluarga
2.      Lingkungan sekolah
3.      Masyarakat
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dalam proses pendidikan.seiring dengan perkembangan peradaban manusia sekolah mencapai posisi yang sangat sentral dalam pendidikan keluarga karena pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi, budaya, politik, seni, dan lainnya.
Selanjutnya adalah lingkungan masyarakat, dalam konteks pendidikan masyarakat merupakan lingkungan yang paling luas dan menantang. Dengan demikian, pengaruh lingkungan tanpaknya lebih luas.[3]
B.     Jenis-Jenis Lingkungan[4]
Sartain, membagi ligkungan yang mempengaruhi individu menjadi tiga bagian
1.      Lingkunag alam luar
2.      Lingkungan dalam
3.      Lingkungan sosial atau masyarakat
Lingkungan alam luar adalah segala sesuatu yang ada di dunia selain manusia, seperti: iklim, hewan, tumbuhan.
Lingkungan ini akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap seseorang. Misalnya, wilayah yang memiliki panas akan berbeda pengaruhnya dengan wilayah yang bermusim dingin.
Lingkungan dalam adalah segala sesuatu yang tidak termasuk alam luar dan tidak termasuk lingkungan sosial, seperti makanan dan air yang telah beradsa di dalam pembuluh darah, akan berpengaruh terhadap sel-sel dalam tubuh.
Sedangkan lingkungan sosial adalah masyarakat sekitar yang melakukan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan ini akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan pribadi, baik pengaruh itu diterima secara langsung atau secara tidak langsung.
C.     Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendidikan
Ada empat macam diantaranya :
1.      Lingkungan tempat tinggal, meliputi letak dan daerah dimana anak tinggal. Termasuk dalam lingkungan ini adalah iklim dan cuaca tempat tinggal anak, misalnya cuaca panas, dingin, sedang, keadaan tanah subur dan tandus dan lain-lain.
2.      Lingkungan pendidikan, yakni lingkungan dimana pendidikan berlangsung. Ada tiga macam lingkungan penyelengara pendidikan yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Keluarga, adalah tempat anak dilahirkan; sekolah, merupakan lingkungan diman anak mengenyam pendidikan formal; Masyarakat, merupakan lingkungan dimana anak-anak bersama-sama anggota masyarakat yang lain hidup dalam pergaulan yang luas dan kompleks dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Lingkungan teman bermain dan orang-oramg yang ada disekitar, seperti teman sekolah, sahabat karib, dan lain-lain. Mereka semua memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap perkembangan pendidikan anak, utamanya menyangkut perkembangan moral dan tingkah laku.
4.      Lingkungan media massa, baik cetak maupun elektronika seperti: buku bacaan, majalah, televisi, interrne, radio, dan biaskop. Semuanya mempengaruhi pendidikan anak.
Berkenaan dengan besarnya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan pendidikan anak, menjadi kewajiban seluruh anggota masyarakat (orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah) untuk menyediakan lingkungan yang kondusif terhadap pendidikan anak dan sedapat mungkin memperkecil pengaruh lingkungan yang destruktif terhadap pendidikan anak.[5]
D.    Fungsi Lingkungan Pendidikan[6]
Secara umum, fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu anak didik berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, terutama berbagai sumber pendidikan yang tersedia, agar mencapai tujuan pendidikan ynag optimal. Ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antar lingkungan pendidikan. Lingkungan keluarga merupakan dasar pembentukan sifat dan sikap manusia. Lingkungan sekolah merupakan tempat bekal keahlian dan ilmu pengetahuan, sedangkan lingkungan masyarakat merupakan tempat praktik dari bekal yang diperoleh dalam keluarga dan sekolah sekaligus sebagai tempat pengembangan kemapuan diri. Kordinasi antar lingkungan tersebut menciptakan selerasan dan keserasian dalam menjadikan manusia yang berpendidikan dan berkepribadian unggul.
E.     Pembinaan Lingkungan
Lingkungan yang harus dibina adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan keluarga
2.      Lingkungan sekolah
3.      Lingkungan masyarakat
Pembinaan lingkungan keluarga dilakukan pertama kali oleh ayah terhadap anak-anaknya, suami terhadap istrinya. Ayah harus menjadi pemimpin yang bijaksana dan menjunjung tinggi asas demokrasi keluarga, dan harus menjadi teladan dalam keluarga. Adapun istri sebagai ibu berkewajiban mem bina dan mendidik anak-anak, dengan memberi contoh yang baik. Demikian pula, dengan anak-anak diwajibkan taat dan patuh kepada orang tua, sehingga apabila kondisi rumah tangga telah terbina dengan baik, lingkungan keluargapun terbina dengan baik.[7]
Pembinaan lingkungan keluarga yang apaling penting adalah dengan pendidikan agama. Bagi keluarga muslim, Allah telah menggambarkan keluarga lukman, sebagai mana telah disebutkan dalam surat luqman ayat 12-19.
Dan sungguh, telah kami berikan hikmah kepada lukman, yaitu”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur(kufur) maka sesungguhnya Allah maha kaya, maha terpuji. Dan (ingatlah)ketika luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan-Nya adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usiadua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tetntang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan aku berithukan kepadamu apa yng telah kamu kerjakan(Luqman bekata),”wahai anakku! Sungguh, jika ada sesuatu perbuatan seberat biji swi, dan berada dalam batu atau dilangit atau dibumi, niscaya Allah akan memberinya(balasan). Sesungguhnya Allah maha halus, maha teliti. Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (mausia) bebuat yang ma’ruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia(karana sombong) dan janganlah berjalan dibumi karena angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. Luqman: 12-19)
Lukman memberi nasehat kepada anak-anaknya dengan tiga hal utama yaitu:
1.      Berpegang teguh kepada tauhidan dan tidak berbuat syirik
2.      Berbuat baik kepada kedua orang tua
3.      Bergaul dengan sesama manusia dengan baik, rendah hati, tidak sombong, dan hidup sederhana.
Pembinaan lingkungan kedua adalah lingkungan sekolah dan yang ke tiga lingkungan masyarakat. Apabila lingkungan keluarga telah baik, dan anak selalu berada dalam jalur nilai-nilai ilahiah, lingkungan sosial akan baik. Pada prinsipnya, pendidikan agama yang dilaksanakan dilingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga itu sama, hanaya sistem pendidikan dan pengajarannya yang berbeda.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat asistensi manusia. Dalam pendidikan, lingkungan yang baik adalah lingkungan yang kondusif dn strategis untuk melaksanakan pembelajaran.
Lingkungan juga memiliki konsep ajaran pendidikan, pengaruh lingkungan terhadap perkembangan seseorang berlangsung secara bertahap mengikuti perkembanganusia, yakni masih terikat pada tempat yang tetap dan belum menghindari hubungannya dengan lingkungan.
Pengetahuan tentang lingkungan merupakan hal yang sangat penting dipahami para pendidik, agar mampu mengethui dan mengerti kondisi objektif siswa sehingga para pendidik akan semakin mudah mengarahkan dan mempengaruhi siswa, sebab bagai manapun pengaruh lingkungan tidak bisa diabaikan.
Jadi pada dasarnya lingkungan itu adalah segala sesuatu yang mengililingi individu (fisik maupun psikis) danmemberikan pengaruh terhadap pejalanan hidup seseorang.
B.     Saran
Sebagai manusia yang mempunyai akal pikiran, seharusnya bisa mengembangkan dan menerapkan lingkungan pendidikan yang baik untuk bisa menjalani hidup kedepannya. Oleh karena itu dalam membida lingkungan pendidikan yang baik akan mudah pula mendapatkan lingkungan yang kondusif dan strategid baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

S Tatang. 2012. Ilmu Pendidikan. Bandung: Pustaka setia
Kosim Moh. 2006. Pengntar Ilmu Pendidikan: Stain Pamekasan Press



[1] Tatang. S.2012. Ilmu Pendidikan.(Bandung:Pustaka Setia). Hlm. 153
[2] Moh Kosim. 2006. Pengantar Ilmu Pendidikan. (Pamekasan: STAIN Pamekasan Press). Hlm. 54
[3] Ibid. Hlm. 153-154
[4] Moh Kosim. 2006. Pengantar Ilmu Pendidikan. (Pamekasan: STAIN Pamekasan Press). Hlm. 55
[5] Ibid. Hlm. 56-59
[6] Tatang. S.2012. Ilmu Pendidikan.(Bandung:Pustaka Setia). Hlm. 154
[7] Ibid. Hlm. 155-158

MODUL TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) KELAS X TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA)


        I.            Standart kompetensi
          Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
      II.            Kompetensi dasar
Mendeskripsikan  ciri-ciri divisi dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan    hidup di bumi.
    III.            Uraian materi
                                      Tumbuhan biji(spermatophyta)
         Spermatophyta berasal dari bahasa yunani ,sperma yang berarti biji dan phyton yang berarti tumbuhan .jadi spermatophyta merupakan kelompok  tumbuhan biji yang  memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ berupa biji.spermatophyta di sebut juga cormophyta berbiji karena sudah dapat di bedakan antar akar, batang, dan daun, serta dapat menghasilkan biji.
1.       Ciri-ciri tumbuhan biji
a.       Reproduksi gametofit menghasilkan biji, di dalamnya terdapat lembaga/embrio.
b.      Alat reproduksi tampak jelas,berupa bunga atau strobilus.
c.       Organ tubuh utama akar, batang, dan daun.
d.      Generasi sporofit jelas, generasi gametofit mengalami reduksi.
e.      Kandung lembaga terlindung dalam ovula, setelah  pembuahan berkembang menjadi biji.
2.       Klasifikasi tumbuhan biji
Spermatophyta dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan letak bakal biji/bijinya  yaitu :
a.       Gemnospermae (tumbuhan biji terbuka)
Genospermae disebut  juga tumbuhan berbiji terbuka karena memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporofil (daun buah) atau biji tidak berada di dalam buah.tumbuhan ini berupa semak, pohon, dan perdu.gemnospermae tidak memilik bunga sesungguhnya. Gemnospermae  berkembang biak secara generatif, yaitu dengan biji.
Gemnospermae di bedakan menjadi empat divisi yaitu :
§  Cycadophyta,struktur reproduksi tumbuhan  ini mirip dengan tumbuhan konifer tetapi bersifat dieses,tumbuhan ini biasanyahidup di daerah tropik dan subtropik contoh : cycas rumphii (pakis haji).
§  Ginkgophyta, pohon dengan tinggi mencapai 15-20 m dan bercabang banyak,contoh ginkgo biloba.
§  Pinophyta, tumbuhan konifer yang  bersifat monoesis,konifernya berkembang dalam runjung.contoh pinus sp.
§  Gnetophyta,tumbuhan ini memilik pembuluh kayu yang berfungsi  mengatur air pada bagian xilemnya,contoh :gnetum gnemon
b.      Angiospermae (tumbuhan biji tertutup)
Angiospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang selalu di selubungi oleh suatu badan yang berasal  dari daun-daun buah yang berupa bakal biji,angiospermae biasanya berupa semak ,perdu , pohon, merambat di tanah.tumbuhan ini berkembang biak secara generatif dengan bijidan secara vegetatif baik alami maupun buatan seperti mencangkok,mengokulasi,menyetek,menyambung,atau meruduk.
Angiospermae di bedakan menjadi dua kelas yaitu:
·         Monokotil
Mempunyai satu keping biji
Tulang daun sejajar
Susunan pembuluh tersebar
Akar serabut
Bagian bunga biasanya kelipatan tiga
·         Dikotil
Mempunyai dua keping biji
Tulang daun menjari atau menyirip
Susunan pembuluh dalam bentuk cincin
Akar tunggang
Bagian bunga biasanya kelipatan empat atau lima

3.       Manfaat tumbuhan biji bagi kehidupan manusia
a.       Manfaat gemnospermae
1.       Sebagai tanaman hias,misalnya:cycas sp,araucaria,cuppressus, danthuja.
2.       Sebagai bahan obat-obatan,misalnya:abiesbalsamea,ephedra,dan juniperus sp,
3.       Sebagai bahan makanan ,misalmya:gnetum gnemon.
4.       Sebagai bahan industri kertas,korek api, dan perabot rumah tangga misalnya:agathis albadan pinus merkusii’
b.      Manfaat angiospermae
1.       Sebagai bahan makanan,misalnya tomat (solanumlycopersicum)
2.       Sebagai bahan sandang,misalnya kapas(gossypium sp)
3.       Sebagai obat-obatan,misalnya:kayu putih(eucaliptus alba)dan kumis kucing(orthosiphon spicatus)
4.       Sebagai bahan penyegar atau penyedap,misalnya cengkih (eugenia aromatica)
5.       Sebagaibahan bangunan,misalnya:jati (tectona grandis) dan mahoni (swetenia mahagoni).